Jumat, 22 April 2016

Anak Ganteng dan Cakep.




Sepertinya terlalu membahana yaaa kenapa aku memberi judul ANAK BIDADARI di blog ini. Gak papa. Ini hanya judul. Walau begitu istilah ini sangat mengena untuk saya dan suami. Betapa tidak..... saya dianugrahi anak berkebutuhan khusus yang sangat istimewa. Nama anak saya Praenka Faiz Afwan Mujahid. nama panggilannya FARI.

Sekarang orang sdh mengenal dengan sebutan anak Autis. Bagi saya pada jaman ketika Fari lahir tahun 1998., woooow saya buta sama sekali dengan istilah itu. Apa ituuuu autis yaaah. Tanya sana sini kiri kanan. gak ada yang tau. coba bayangkan! Dunia seakan runtuh. Weiiiis pokoknya petaka besar buat saya dan suami waktu itu.

Tapi itu semua awalnya ya. Lama2 dengan berjalannya waktu, Fari belum banyak berubah. Lho kok malah bangga? Yang berubah adalah saya. Saya  menjadi ibu yang sabar dan pengertian. Rupanya. Allah SWT merubah saya dulu. Awalnya saya adalah seorang ibu yang tidak sabar dan grasak grusuk. (masih sedikit sekarang) hehehehe. Semoga dengan berjalannya waktu Fari tambah pinter. Amiin YRA.


Kesehatan Anak Bidadari.
Dianugerahi anak bidadari seperti ini bukan hal yang mudah terutama di bidang kesehatannya. Kenapa demikian? Anak bidadari ini punya banyak masalah di badannya. Menurut kacamata saya yang awam, mereka ini tidak seluwes "membawa badannya" di banding dengan anak normal. Mereka cenderung kaku, baik secara gesture tubuh, tatapan mata dan perilaku. Itu yang terjadi pada Fari anak saya. Itu juga adalah merupakan ciri ciri individu Autistik.

Secara komunikasi pun Anak Bidadari ini "miskin" pembicaraan bahkan ada yang belum bicara sampai usia remaja. Itu pula yang dialami Fari. Bukan bermaksud untuk mengumbar kesedihan, tapi kalau dia sakit kami hanya bisa menatap dia dengan rasa yang tidak karuan. Dia hanya bisa berbaring tidur tanpa bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya. Hiks..hiks. Ingin rasanya saya yang menggantikan sakitnya dia. Saya jadi emosional ya.

Ada berbagai teori "penyembuhan" dan treatmen yang sudah dilakukan oleh sebagian orangtua utk kemajuan buah hatinya. Mereka tidak sedikit mengeluarkan uang banyak untuk itu. Saya tidak mau memperdebatkan mana yang terbaik dan mana yang paling benar. Menurut saya belum ada treatmen yang baku untuk penanganan Anak Bidadari  ini. Semua masih tergantung dengan sikap orang tua. mengingat hal ini juga menyangkut masalah finansial.

Asupan makanannya pun, tidak sembarangan. Harus hati hati. Secara umum, Anak Bidadari mengalami cedera otak. Jadi asupan makanannya pun harus yang benar benar sehat. dan alami. Di kalangan kami mengenal diet CFGFSF (Casein Free Gluten Free Sugar Free) Menurut info yang dulu saya pernah dapat, Anak Bidadari tidak bisa mencerna protein yg berasal dari susu sapi dan tepung gandum. Apabila mereka mengkonsumsi itu akan terjadi proses halusinasi seperti halnya orang kecanduan narkoba. Sedangkan untuk diet SF (Sugar Free), karena di dalam pencernaan mereka telah terjadi kebocoran usus yang disebabkan oleh jamur. Atau yang biasa disebut dengan leaky gut. Makanan dari jamur itu adalah gula. Jadi jika terlalu banyak mengkonsumsi gula, jamur yang berkembang di usus semakin banyak.

Bagi orang tuan yang punya pengalaman sama dengan saya, ayo kita bergandengan tangan bersama2 saling berbagi untuk kemajuan anak kita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar